Submit Jurnal

Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal Informatika

Oleh · Terbit · Diperbarui · 5 menit baca

Ilustrasi Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal Informatika

Daftar kesalahan umum saat submit artikel ilmiah ke jurnal informatika dan cara menghindarinya.

Daftar isi (12 bagian)
  1. Tidak mengikuti template jurnal
  2. Scope jurnal tidak cocok
  3. Novelty dan metode tidak dijelaskan
  4. Abstrak terlalu umum
  5. Referensi dan sitasi tidak konsisten
  6. Gambar, tabel, dan lampiran tidak dijelaskan
  7. Tidak menyimpan bukti dan versi naskah
  8. Metadata submit tidak lengkap
  9. Cara mengurangi risiko penolakan awal
  10. Terburu-buru submit tanpa pembacaan akhir
  11. Tidak menyiapkan rencana revisi
  12. FAQ

Kesalahan saat submit jurnal informatika sering terjadi bukan karena topiknya buruk, tetapi karena naskah belum siap secara teknis. Editor biasanya memeriksa template, kelengkapan metadata, scope, dan kerapian dasar sebelum mengirim artikel ke reviewer.

Tidak mengikuti template jurnal

Template bukan sekadar urusan tampilan. Di dalamnya ada aturan judul, abstrak, heading, tabel, gambar, sitasi, dan daftar pustaka. Naskah yang tidak mengikuti template memberi sinyal bahwa penulis tidak membaca panduan submit.

Scope jurnal tidak cocok

Kesalahan besar lain adalah submit ke jurnal yang scope-nya tidak sesuai. Artikel yang rapi tetap bisa ditolak di tahap awal jika topik, metode, atau kontribusinya tidak sejalan dengan pembaca jurnal. Karena itu, cek aims and scope sebelum menyesuaikan template.

Jangan hanya mencari satu kata kunci yang kebetulan sama. Baca artikel terbaru jurnal tersebut untuk melihat pola topik yang benar-benar diterbitkan. Jika jurnal lebih banyak menerbitkan artikel komputasi cerdas, artikel pengembangan aplikasi biasa perlu menunjukkan kontribusi algoritmik atau evaluasi teknis yang kuat. Jika jurnal fokus sistem informasi, naskah perlu menonjolkan kebutuhan pengguna, proses bisnis, dan evaluasi implementasi.

Jika ragu, buat daftar dua atau tiga jurnal alternatif. Bandingkan scope, template, biaya, dan jadwal terbit. Memilih jurnal yang paling sesuai sejak awal lebih efisien daripada mengirim naskah berulang kali ke jurnal yang tidak tepat.

Novelty dan metode tidak dijelaskan

Reviewer perlu memahami apa yang baru dari artikel Anda. Novelty tidak selalu berarti menciptakan algoritma baru; bisa berupa penerapan pada dataset berbeda, evaluasi lebih lengkap, integrasi metode, atau studi kasus yang belum banyak dibahas.

Metode juga harus rinci. Artikel yang hanya menyebut nama algoritma tanpa tahapan, parameter, atau skenario uji akan sulit dinilai.

Abstrak terlalu umum

Abstrak sering menjadi bagian pertama yang dibaca editor. Jika abstrak hanya berisi latar belakang umum tanpa tujuan, metode, hasil, dan kontribusi, naskah terlihat belum siap. Abstrak artikel informatika sebaiknya langsung menjelaskan masalah yang ditangani, pendekatan yang digunakan, data atau objek penelitian, hasil utama, dan kesimpulan singkat.

Hindari klaim seperti “sistem ini sangat bermanfaat” tanpa angka, konteks, atau hasil pengujian. Jika ada metrik, tulis hasil penting secara ringkas. Jika artikel berupa pengembangan sistem, jelaskan jenis pengujian yang dilakukan dan temuan utamanya. Abstrak yang jelas membantu editor memahami kecocokan artikel dengan scope jurnal.

Referensi dan sitasi tidak konsisten

Kesalahan referensi sering terlihat kecil, tetapi mengganggu kredibilitas naskah. Semua sitasi di teks harus muncul di daftar pustaka, dan semua daftar pustaka harus benar-benar disitasi. Gunakan aplikasi manajemen referensi bila perlu.

Baca panduan sitasi dan daftar pustaka untuk mengecek konsistensi sumber sebelum submit.

Gambar, tabel, dan lampiran tidak dijelaskan

Gambar dan tabel bukan hiasan. Setiap gambar dan tabel harus dirujuk di dalam teks, diberi nomor, judul, dan penjelasan singkat. Tabel hasil eksperimen perlu dibaca dan ditafsirkan, bukan hanya ditempel setelah proses pengujian selesai.

Untuk artikel informatika, lampiran dapat berisi detail parameter, contoh data, instrumen kuesioner, atau tautan kode program jika jurnal memperbolehkan. Namun, informasi inti tetap harus ada di badan artikel. Jangan memindahkan bagian penting ke lampiran sampai pembaca sulit memahami metode atau hasil.

Tidak menyimpan bukti dan versi naskah

Simpan file naskah, supplementary file, bukti submit, email korespondensi, dan komentar reviewer. Saat revisi datang, dokumentasi ini membantu melacak perubahan dan menghindari kebingungan versi.

Sebelum menekan tombol submit, jalankan pemeriksaan akhir menggunakan checklist sebelum submit artikel ilmiah.

Metadata submit tidak lengkap

Sistem jurnal biasanya meminta metadata artikel seperti judul, abstrak, kata kunci, daftar penulis, afiliasi, email korespondensi, dan referensi. Kesalahan metadata dapat mengganggu proses review, indexing, dan penerbitan. Pastikan metadata di sistem sama dengan metadata di file naskah.

Perhatikan urutan penulis dan afiliasi sejak awal. Perubahan penulis setelah submit sering membutuhkan persetujuan tambahan. Jika jurnal meminta ORCID, nomor telepon, atau pernyataan kontribusi penulis, siapkan sebelum proses upload agar tidak terburu-buru.

Cara mengurangi risiko penolakan awal

Lakukan pengecekan akhir minimal satu hari setelah revisi terakhir agar kesalahan kecil lebih mudah terlihat. Minta koauthor membaca judul, abstrak, metode, dan kesimpulan secara khusus. Empat bagian itu paling sering menentukan kesan awal editor dan reviewer.

Pastikan juga semua file yang diunggah sesuai instruksi sistem. Beberapa jurnal meminta file naskah tanpa identitas penulis untuk proses blind review, sementara jurnal lain meminta metadata lengkap sejak awal. Ikuti instruksi yang berlaku di jurnal tujuan.

Terburu-buru submit tanpa pembacaan akhir

Banyak kesalahan muncul karena penulis langsung submit setelah revisi besar. Beri jeda sebelum pembacaan akhir agar typo, kalimat tidak nyambung, tabel yang belum dirujuk, atau referensi yang tertinggal lebih mudah terlihat. Pembacaan akhir sebaiknya dilakukan pada file final yang akan diunggah, bukan pada draf kerja.

Gunakan daftar periksa sederhana: template, scope, abstrak, metode, hasil, sitasi, gambar, tabel, metadata, dan file tambahan. Jika memungkinkan, minta koauthor memeriksa bagian yang berbeda. Pembagian tugas kecil seperti ini dapat menurunkan risiko penolakan administratif.

Tidak menyiapkan rencana revisi

Setelah submit, penulis sebaiknya sudah siap menghadapi revisi. Simpan file sumber, data, hasil eksperimen, gambar, dan referensi dalam folder yang rapi. Saat komentar reviewer datang, Anda dapat menjawab setiap poin dengan cepat dan konsisten.

Catat juga perubahan yang dilakukan pada naskah. Response letter yang baik menjelaskan bagian mana yang direvisi dan alasan revisinya. Dokumentasi seperti ini membuat proses revisi lebih terarah dan mengurangi risiko ada komentar reviewer yang terlewat.

FAQ

Apa penyebab paling umum naskah ditolak sebelum review?

Naskah di luar scope jurnal, tidak memakai template, metadata tidak lengkap, atau similarity terlalu tinggi.

Bolehkah mengirim naskah yang sama ke dua jurnal?

Tidak. Mengirim naskah yang sama ke beberapa jurnal sekaligus melanggar etika publikasi. Tunggu keputusan atau tarik naskah secara resmi lebih dulu.

Apa yang harus dilakukan jika salah mengunggah berkas?

Hubungi editor melalui fitur diskusi OJS atau email resmi jurnal secepatnya, sebutkan nomor submission, dan minta berkas diganti. Jangan membuat submission baru.

↑ Kembali ke atas