Verifikasi

Perbedaan SINTA 2 dan Peringkat SINTA Lain

Terbit

Ilustrasi Perbedaan SINTA 2 dan Peringkat SINTA Lain

Penjelasan ringkas posisi SINTA 2 dibanding peringkat SINTA lain untuk penulis artikel informatika.

SINTA 2 umumnya dipandang sebagai jurnal nasional terakreditasi dengan seleksi yang lebih ketat dibanding peringkat di bawahnya. Untuk penulis artikel informatika, target ini menarik karena reputasinya baik, tetapi konsekuensinya naskah perlu lebih matang.

Apa arti peringkat SINTA bagi penulis?

Peringkat SINTA membantu memberi gambaran kualitas pengelolaan jurnal, rekam jejak publikasi, dan tingkat seleksi. Namun peringkat bukan satu-satunya pertimbangan. Scope, kualitas review, reputasi penerbit, jadwal terbit, dan kecocokan naskah tetap menentukan.

Perbedaan umum antar peringkat SINTA

Secara umum, semakin tinggi peringkat SINTA, semakin ketat ekspektasi terhadap kualitas naskah dan pengelolaan jurnal. SINTA 1 dan SINTA 2 biasanya memiliki seleksi lebih kompetitif, standar editorial lebih kuat, dan tuntutan kontribusi yang lebih jelas. SINTA 3 sampai SINTA 6 tetap dapat menjadi pilihan baik jika scope-nya lebih sesuai dengan naskah.

Untuk penulis informatika, perbedaan ini terasa pada kedalaman metode, kualitas pembahasan, dan ketepatan referensi. Artikel yang hanya menjelaskan pembuatan aplikasi sederhana tanpa evaluasi yang memadai biasanya lebih sulit masuk ke jurnal peringkat tinggi. Sebaliknya, artikel dengan data jelas, metode terukur, dan pembahasan yang membandingkan hasil dengan penelitian lain akan lebih siap menargetkan jurnal yang lebih kompetitif.

Peringkat juga tidak boleh dibaca sebagai jaminan pasti. Penulis tetap perlu mengecek masa berlaku akreditasi, konsistensi penerbitan, laman resmi jurnal, biaya publikasi, dan reputasi pengelola. Data yang sudah lama bisa berubah, sehingga verifikasi terbaru tetap diperlukan sebelum submit.

Kapan menargetkan SINTA 2?

Gunakan SINTA 2 sebagai target bila artikel sudah memiliki masalah yang jelas, metode cukup kuat, hasil dapat dibandingkan, dan referensi relevan. Artikel dengan data minim, novelty kabur, atau pembahasan dangkal akan sulit bersaing.

Jika naskah masih awal, perbaiki struktur artikel lebih dulu melalui struktur artikel ilmiah jurnal informatika.

Kapan memilih SINTA 3 sampai SINTA 6?

Jurnal SINTA 3 sampai SINTA 6 bisa lebih realistis untuk naskah yang masih berkembang, topik yang sangat spesifik, atau artikel yang scope-nya lebih cocok dengan jurnal tertentu. Pilihan ini bukan berarti kualitas artikel diabaikan. Naskah tetap harus mengikuti template, memiliki metode jelas, dan menyajikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jika artikel berasal dari tugas akhir, penelitian awal, atau pengembangan sistem dengan evaluasi terbatas, jurnal dengan scope yang tepat dan proses editorial jelas sering lebih berguna daripada memaksakan target tinggi. Yang penting adalah jurnal memiliki status akreditasi valid, informasi transparan, dan terbit secara konsisten.

Penulis juga perlu menyesuaikan target dengan kebutuhan institusi. Beberapa kampus atau skema penelitian memiliki syarat minimal tertentu. Pastikan peringkat jurnal memenuhi syarat tersebut sebelum menghabiskan waktu menyesuaikan naskah.

Jangan hanya mengejar peringkat

Artikel yang tidak sesuai scope dapat ditolak meskipun kualitasnya baik. Sebaliknya, jurnal dengan peringkat lebih rendah tetapi scope lebih tepat bisa menjadi pilihan yang lebih realistis. Pilih jurnal berdasarkan tujuan publikasi, kualitas naskah, dan kebutuhan institusi.

  1. Tentukan target utama dan target cadangan.
  2. Bandingkan scope beberapa jurnal.
  3. Cek status akreditasi terbaru.
  4. Sesuaikan naskah dengan template jurnal tujuan.

Cara membandingkan jurnal secara praktis

Buat tabel kecil sebelum menentukan target publikasi. Kolom yang perlu dicatat antara lain nama jurnal, peringkat SINTA, masa berlaku akreditasi, scope, template, biaya, frekuensi terbit, URL resmi, dan contoh artikel terbaru. Dengan tabel ini, keputusan tidak hanya berdasarkan kesan atau rekomendasi singkat.

Bandingkan juga gaya artikel yang sudah terbit. Jika jurnal sering menerbitkan artikel eksperimen machine learning, naskah Anda perlu menampilkan dataset, parameter, metrik, dan perbandingan hasil dengan jelas. Jika jurnal lebih banyak memuat sistem informasi, bagian kebutuhan pengguna, rancangan sistem, dan evaluasi implementasi perlu diperkuat.

Gunakan target utama dan cadangan. Target cadangan membantu proses publikasi tetap berjalan jika naskah ditolak, tetapi jangan mengirim artikel ke beberapa jurnal secara bersamaan. Etika publikasi tetap harus dijaga.

Kesimpulan

SINTA 2 adalah target yang baik untuk naskah informatika yang sudah siap, tetapi bukan satu-satunya pilihan. Keputusan paling sehat adalah memilih jurnal yang statusnya jelas, scope-nya tepat, dan standar penulisannya sesuai dengan kualitas artikel.

Risiko salah membaca peringkat

Salah membaca peringkat dapat membuat penulis membuang waktu. Ada penulis yang hanya mengejar SINTA 2 tanpa melihat scope, sehingga naskah ditolak sejak pemeriksaan awal. Ada juga yang memilih jurnal lebih rendah padahal artikelnya cukup kuat untuk target lebih kompetitif. Keduanya bisa dihindari dengan evaluasi naskah yang jujur.

Nilai kesiapan artikel dari sisi kontribusi, metode, hasil, referensi, dan kerapian format. Jika semua sudah kuat, target SINTA 2 masuk akal. Jika masih ada kelemahan besar, perbaiki dulu atau pilih jurnal yang lebih sesuai sambil tetap menjaga kualitas akademik.

Gunakan peringkat sebagai alat bantu

Peringkat SINTA sebaiknya dipakai sebagai alat bantu keputusan, bukan satu-satunya tujuan. Pilihan jurnal tetap harus memperhatikan kebutuhan penulis, kesiapan naskah, dan kecocokan topik. Dengan cara ini, proses publikasi lebih realistis dan tidak hanya mengejar label peringkat.

Strategi menentukan target dan cadangan

Siapkan satu jurnal target utama dan satu atau dua jurnal cadangan yang scope-nya masih relevan. Jangan mengirim naskah ke beberapa jurnal sekaligus karena itu melanggar etika publikasi. Target cadangan hanya dipakai jika naskah ditolak atau penulis memutuskan menarik naskah sesuai prosedur jurnal.

Dengan strategi ini, proses publikasi lebih terarah. Penulis tidak perlu mulai dari nol ketika harus memilih tujuan baru, dan revisi dari jurnal pertama tetap dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas naskah.